Home » , » Tanpa Konsep Baru, Raperda KTR Bakal Di Tolak Dewan

Tanpa Konsep Baru, Raperda KTR Bakal Di Tolak Dewan

Written By Redaksi on Minggu, 04 September 2016 | 19.48

SURABAYA - SuaraPekerja.com – Raperda pengajuan Pemkot Surabaya tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) akhirnya dikembalikan oleh DPRD Surabaya, karena dinilai akan bernasib sama dengan perda sebelumnya, yakni tidak efektif penerapannya.
Bahkan niat Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita (Feny) yang konon akan kembali mengajukan Raperda KTR ke DPRD Surabaya juga bakal terancam gagal, jika konsepnya masih sama dengan sebelumnya.
Adi Sutarwijono wakil ketua Komisi A DPRD Surabaya mengatakan, dirinya akan menyampaikan usulan tentang aturan pengajuan pembahasan Raperda di DPRD Surabaya, karena selama ini dinilai masih terlalu longgar.
“Saya akan usul kepada pimpinan DPRD, agar semua rancangan Perda baik yang diajukan oleh pemkot maupun hasil inisiatif dewan, itu lebih dulu diteliti dibagian pembuat perda, terutama rancangan perda yang telah ditolak, jangan diajukan lagi, jika tidak ada aspek-aspek baru,” ucapnya, Jumat (2/9/2016)
Politisi PDIP ini berpendapat, jika Raperda yang telah ditolak atau dikembalikan masih bisa diajukan kembali, maka akan terjadi ketidakefisienan penggunaan anggaran, karena dalam setiap pembahasan Raperda berimplikasi kepada penggunaan dana APBD.
“Karena kalau sudah ditolak lantas bisa diajukan lagi, maka terjadi ketidak efeketif dan efisiennya penggunaan anggaran, termasuk yang terjadi dengan Perda KTR itu,” jelasnya.
Alumni Fakultas Sospol Unair Surabaya ini akan menyampaikan usula ini kepada pimpinan DPRD Surabaya melalui rapat banmus.
“Setiap menjelang pengesahan APBD selalu ada pengajuan nomenklatur rancangan-rancangan Perda dari kedua belah pihak (pemkot dan DPRD), yang kemudian dibahas dibagian pembuat perda DPRD Surabaya, jadi dievaluasi dulu,” tandasnya.
Menurut wakil ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya ini, selama ini tidak pernah dilakukan evaluasi secara detil terhadap Raperda. Baik hasil pengajuan Pemkot Surabaya maupun inistif DPRD
“Jangan hanya dicermati nomenklaturnya, tetapi isinya tidak, sehingga ada beberapa raperda pengulangan, ini akan menjadi usulan pribadi saya di rapat Banmus dengan para pimpinan DPRD” pungkasnya. (q cox)
Share this article :

Posting Komentar

 
| Home | News | Nasional
Copyright © 2011. SuaraPekerja - All Rights Reserved
Pedoman MediaSiber I Redaksi
Syarat dan Ketentuan