Home » » Tanpa Dana 10 Juta, Ketua RW Kremil Pertahankan Mucikari

Tanpa Dana 10 Juta, Ketua RW Kremil Pertahankan Mucikari

Written By Redaksi on Minggu, 06 Januari 2013 | 00.02

Pemberitaan soal penyunatan dana untuk mucikari di Tambak Asri (Kremil) rupanya di tepis oleh Subandi ketua RW 06 Tambak Asri yang sekaligus sebagai pembina para mucikari dan PSK di wilayahnya karena dana itu masih merupakan pengajuan yang belum disetujui. Tetapi Subandi akan tetap mempertahankan sejumlah Mucikari yang masih tersisa jika pemkot Surabaya tidak bisa menyediakan dana santunan sebesar 10 juta.

SURABAYA NEWS NETWORK>>>>>- Meski pemeberitaan soal dana santunan untuk mucikari Tambak Asri sempat membuat Dinsos Surabaya kebakaran jenggot, namun Subandi ketu RW 06 mengakui bahwa dana 10 juta yang disebutkan itu memang tidak ada, karena masih merupakan pengajuan yang tidak dirspon hingga akhir tahun 2012.

"memang saya sebagai ketua RW sempat mengajukan dana santunan untuk para mucikari yang bersedia menutup usahanya sebesar 10 juta, tetapi hingga akhir tahun ini (2012) belum mendapatkan respon dari pemerintah, jadi yang ada hanya untuk PSK secesar 3 juta, itupun dari dinsos porovinsi dan diserahkan langsung, tidak melalui kami pengurus RW nya, kalaupun mereka yang mendapatkan dana 1 juta itu, semata-mata hanya dana tali asih dari Dinsos yang katanya pak Supomo (kadinsos) diambilkan dari pos lain," terang Subandi.

Subandi yang masih aktif sebagai anggota Marinir TNI AL dengan pangkat Sersan Mayor ini menjelaskan bahwa dirinya sangat memaklumi dengan berkembangnya berita penyunatan dana untuk mucikari, meski hal itu merupakan tudingan yang tanpa dasar.

"kalaupun sekarang jadi berita yang menyudutkan kami dengan tudingan melakukan pemotongan dana untuk mucikari, kami sangat memaklumi dan kami anggap wajar karena waktunya sangat dekat dengan penutupan mucikari di Bangun Rejo yang memang mendapatkan dana santunan 10 juta, itu hanya berlaku disana, tetapi ditempat kami belum disetujui," terang pak RW yang sudah menjabat dua periode ini.

Namun demikian Subandi tetp akan memperjuangkan nasib para mucikari yang berada di kawasannya untuk bisa mendapatkan dana santunan yang layak yakni 10 juta, atau mereka tetap akan pertahankan keberadaannya.

"setelah 22 mucikari berhasil ditutup, masih ada puluhan mucikari lain yang tersisa, dan mereka ini akan kami perjuangkan untuk mendapatkan dana santunan 10 juta di tahun 2013 jika bersedia menutup usahanya, tetapi jika tidak disetujui, maka kami akan tetap pertahankan keberadaannya di tempat kami, meski kawasan Tambak Asri di masa datang akan dirubah untuk lebih menjual ikon wisata air di kawasan bosem yang pembangunannya sedang berlangsung," imbuh Subandi, (q cox/suarapubliknews.com)


Share this article :

Posting Komentar

 
| Home | News | Nasional
Copyright © 2011. SuaraPekerja - All Rights Reserved
Pedoman MediaSiber I Redaksi
Syarat dan Ketentuan