Home » » Sindikat Curanmor 56 TKP di Tangkap Resmob Polda Jatim

Sindikat Curanmor 56 TKP di Tangkap Resmob Polda Jatim

Written By Redaksi on Minggu, 06 Januari 2013 | 00.07

Terhenti sudah langkah Sumari (39) alias Sukadi, warga Desa Jombok Kabupaten Malang dan Redi alias RJ (34), warga Dusun Tumpuk Kabupaten Blitar, di dunia pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Tersangka curanmor yang sudah beraksi sebanyak 56 kali itu ditangkap tim Subdit IV Resmob Direktorat Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim.

SURABAYA NEWS NETWORK>>>>>
Siapa pun tidak akan menyangka jika Sumari alias Sukadi yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani tersebut adalah gembong curanmor yang sudah malang melintang di dunia kriminal di Jawa Timur. Bersama dengan RJ, pasangan ini berhasil mencuri sekitar 12 kendaraan bermotor dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Hilman Thayib mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki pihak kepolisian, Sukadi dan RJ ketika sebelum tertangkap untuk kedua kalinya ini, beraksi lagi di 12 Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Jawa Timur.

"Pasangan ini memang spesialis kendaraan roda empat atau mobil. Sebelum tertangkap ini, pasangan ini langsung beraksi di 12 kota di Jawa Timur, begitu keluar dari penjara. Berdasarkan catatan kriminal yang kami miliki, kedua tersangka pernah beraksi di Kabupaten Blitar dan mendapatkan kendaraan roda empat sebanyak 3 unit, Kabupaten Kediri dengan hasil 7 unit, Malang dengan hasil 1 unit dan terakhir Jombang dengan hasil 1 unit," ungkap Hilman.

Dalam penangkapan itu, lanjut Hilman, tim Subdit IV Resmob Ditreskrimum Polda Jatim juga menahan dua orang yang diduga kuat sebagai penadah hasil kejahatan yang dilakukan kedua tersangka.

"Ada dua penadah yang kami curigai sebagai anggota komplotan kedua tersangka yang ikut kami tahan. Kedua penadah itu, sering menerima hasil kejahatan yang dilakukan kedua tersangka. Untuk sementara, jumlah kendaraan roda empat yang didapat dari kedua tersangka itu berjumlah 12 unit," ujar Hilman.

Masih menurut Hilman Thayib, kedua penadah yang menjadi anggota sindikat tersebut bernama Manarul Yuda dan Sholehhudin alias Sholeh. Menurut catatan kepolisian, tersangka Manarul Yuda pernah terlibat kasus pencurian sepeda motor tahun 2011 dan dihukum di LP Pasuruan sedangkan tersangka Sholeh pernah ditangkap tim reskrim Polres Malang dengan kasus pencurian.

"Jadi, sindikat ini mempunyai tugas yang berbeda-beda. Sukadi dan RJ bertugas sebagai eksekutor atau pencari kendaraan bermotor sedangkan Sholeh dan Manarul bertugas sebagai penadahnya yang nantinya akan menjual mobil-mobil hasil curian Sukadi dan RJ. Selama ini, Manarul menerima 3 unit hasil pencurian dari Sukadi dan RJ, dan Sholeh menerima 9 kendaraan bermotor roda empat," imbuh Hilman.

Kasubdit IV Resmob Ditreskrimum Polda Jatim, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Heru Purnomo menjelaskan, tertangkapnya keempat tersangka yang tergabung dalam sindikat pencurian mobil di Jawa Timur itu berawal dari laporan yang diterima anggota Resmob Polda.
"Laporan itu mengatakan, Selasa (18/12) akan terjadi transaksi penjualan mobil tanpa dilengkapi dengan surat-surat. Setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya tim mendapat informasi jika mobil yang akan dijual itu Mitsubishi L 300 jenis pick up warna coklat dengan nopol D 1279 FS," terang Heru.

Polisi, lanjut Heru akhirnya mendapatkan lokasi yang akan dipakai transaksi. Tak lama kemudian, Manarul dapat diringkus di Jalan Raya Ngopak Kecamatan Ngopak, Pasuruan. Ketika itu, Manarul sedang menunggu calon pembeli. Rencananya, mobil tersebut akan dijual dengan harga Rp. 4 juta.

"Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan 1 lembar STNK mobil Mitsubishi L 300 dengan nopol AG 9391 GC dan 1 buku kir atas nama Slamet Joyo. Dari hasil pengecekan, ternyata mobil Mitsubishi L 300 itu sudah diganti plat nomornya menjadi D 1279 FS," ungkap Heru.

Masih menurut Heru, satu hari kemudian, polisi akhirnya berhasil menangkap Sumari alias Sukadi yang ketika itu sedang menunggu uang hasil penjualan mobil dari tersangka Manarul. Tersangka Sukadi ditangkap sekitar pukul 02.30 Wib di terminal bus Kabupaten Blitar.

"Saat dilakukan penangkapan terhadap Sukadi, polisi menemukan 1 kunci T dan 5 anak kunci T di dalam tas pinggang yang dibawa tersangka. Selain itu ditemukan 1 buah SIM atas nama Slamet Joyo. Polisi juga menyita 1 unit Honda GL Max warna hitam milik tersangka," jelas Heru.

Polisi, lanjut Heru langsung bergerak cepat. Masih di hari yang sama sekitar pukul 04.00 Wib, tim Resmob Polda melakukan penangkapan terhadap RJ di Dusun Tumpuk Kabupaten Blitar. Ketika dilakukan penggeledahan, polisi menemukan 1 lembar STNK Mitsubishi dengan nopol AG 8357 KB, 1 buku kir atas nama Saidi dan 1 unit Suzuki Smash sebagai sarana. Untuk buku kir atas nama Saidi tersebut barang bukti pencurian yang dilakukan tersangka di Desa Rejoso Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar.

Heru menambahkan, dalam menjalankan aksi pencurian kendaraan roda 4 tersebut, tersangka Sukadi dan RJ menggunakan modus merusak kunci pintu mobil kemudian kunci kontak dengan menggunakan kunci T. Para tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP jo 480 KUHP. (q cox, Elang/suarapubliknews.com)
Share this article :

Posting Komentar

 
| Home | News | Nasional
Copyright © 2011. SuaraPekerja - All Rights Reserved
Pedoman MediaSiber I Redaksi
Syarat dan Ketentuan