Home » » Proyek Penguatan Tebing Brangkal Bertahan 2 Bulan

Proyek Penguatan Tebing Brangkal Bertahan 2 Bulan

Written By Redaksi on Sabtu, 05 Januari 2013 | 22.33

Surabaya News Network>>>Proyek yang pendanaannya bersumber dari APBN, mutunya sangat rendah. Tidak sedikit paket proyek yang bersentuhan dengan pemukiman/pertanian yang bersumber dari APBN Kementerian PU, direktorat sumber daya air di Jawa Timur dikerjakan asal jadi  tidak dirasakan Masyarakat karena mutunya sangat rendah.


Rendahnya mutu pekerjaan proyek jika diamati, lebih disebabkan adanya unsur KKN mulai pelaksanaan pengadaan barang dan jasa, antara Kasatker dan PPK tidak tegas dan enggan menindak para rekanan yang pekerjaannya dibawah standart, serta kurangannya upaya penegakan hukum yang dilakukan penegak hukum bagi kalangan oknum pejabat yang selama ini ditengarai melakukan praktik dan dugaan korupsi dari dana APBN yang peruntukannya untuk pekerjaan fisik.

Sesuai hasil investigasi Suara Pekerja Com, di Mojokerto, diantaranya pekerjaan penguatan tebing sungai di brangkal, mutunya sangat buruk. Pekerjaan penguatan tebing dengan konsep bronjong baru dikerjakan dua bulan lalu. Tetapi fakta temuan Suara Pekerja.Com, Jumat (04/01/2013) fisik pekerjaan sudah patah dan runtuh. Sesuai pengamatan dilokasi kerusakancenderunh karena pekerjaan tidak mematuhi spesifikasi tehnik bangunan yang sempurna ketika kontraktor mengerjakan kontrak pekerjaan.

Permasalahan ini tentu sangat merugikan pemerintah dan masyarakat karena tidak sesuai dengan harapan  maupun tujuan pokok yang telah dicanangkan pemerintah. Bila dikaji lebih matang kegagalan-kegagalan itu karena ada dugaan oknum pejabat yangmembidangi dan bertanggung jawab tidak mengedepankan mutu, tetapi lebih kental mementingkan untung pribadi dengan cara menggerogoti uang rakyat yang sudah jelah tupoksinya.

Sejumlah masyarakat dilokasi proyek menegaskan, pekerjaan bronjong dikerjakan sekitar dua bulan lalu. Namun pihak warga tidak memahami dinas mana yang mengerjakan proyek. Runtuhan bronjong semakin jelas terlihat karena permukaan bangunan yang semula dikerjakan 100 meter, dibagian tengah patah dan ambrol. Karena ada dugaan saat pemasangan batu tidak menggunakan kontrusi asal-asalan.

Dilokasi, jumat (04/01/2013) dua kuli proyek mengaku tidak tahu menahu pelaksana proyek bronjong yang jebol. Kuli mengaku hanya melakukan pengukuran kawasan kali yang akan dikerjakan BBWS Brantas untuk anggaran 2013.

Semenatara pihak BBWS Brantas yang dihubungi dari lokasi kali, membantah jika disebut memiliki paket penguatan tebing di kali brangkal. Ada dugaan oknum pejabat BBWS berantas sengaja menutup-nutupi kondisi proyek yang sudah jebol/patah. Disisi lain pihak Dinas Pengairan Provinsi Jawa Timur yang dikonfirmasi melalui saluran Hp mengakui belum tahu menahu. Yeye yang sejatinya menjadi corong informasi di dinas pengairan mengatakan akan menayakan dan mengkroscek dulu pada yang bersangkutan. (Martin)
Share this article :

Posting Komentar

 
| Home | News | Nasional
Copyright © 2011. SuaraPekerja - All Rights Reserved
Pedoman MediaSiber I Redaksi
Syarat dan Ketentuan